Selasa, 11 Februari 2014


MASALAH-MASALAH BELAJAR

PENDAHULUAN
Keberhasilan proses pembelajaran  merupaka muara dari seluruh aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa. Artinya apapyn kegiatan-kegiatan guru mulai dari merancang pembelajaran, memilih dan menentukan materri, pendekatan, strategi dan metode pembelajaran, memilih dan menentukan teknik efaluasi, semuanya terarah untuk mencapai keberhasilan siswa. Hal ini merupakan pertanda bahwa belajar merupakan kegiatan yang dinamis sehingga terus-menerus mencermati perubahan yang terjadi padasiswa di kelas.
Pemahaman tentang masalah-masalh belajar memungkinkan guru dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul dan dan menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Memahami pentingnya hal ini maka pada bagian ini kita diajak untuk mengkaji secara kritis dan lebih dalam masalah-masalh belajar. Agar memperoleh pemahaman yang baik.
A.      Masalah – Masalah Internal Belajar
Mengacu pada beberapa pandangan tentang belajar sering kali dikemukakan bahwa masalah – masalah belajar baik interen maupun eksternal dapat dikaji dari dimensi guru maupun dari dimensi siswa. Selama proses belajar, masalah belajar sering kali berkaitan dengan sikap terhadap belajar, motivasi, konsentrasi, penolahan pesan pembelajaran, menyimpan pesan, menggali kembali pesan yang telah tersimpan, unjuk hasil belajar. Sedangkan dari dimensi guru, masalah belajar dapat terjadi sebelum kegiatan belajar, selama proses belajar dan evaluasi hasil belajar.
1.      Cirri khas atau karakteristik siswa
Persoalan interen pembelajaran berkaitan dengan kondisi kepribadian siswa, baik fisik maupun mental. Masalah – masalah belajar yang berkenana dengan dimensi siswa sebelum belajar pada umumnya berkenaan dengan minat, kecakapan dan pengalaman – pengalaman. Bila mana siswa memiliki minat yang tinggi  untuk belajar, maka ia akan berupaya mempersiapkan hal –hal yang berkaitan dengan apa yang akan dipeajari secara lebih baik. Namun bila siswa tidak memiliki minat untuk belajar, maka siswa tersebut cenderung mengabaikan kesiapannya untuk belajar.
2.      Sikap terhadap belajar
Dalam berbagai literature kita menemukan bahwa sikap adalah kecenderungan seseorang untuk berbuat. Sikap sesungguhnya berbeda dengan perbuatan, karena perbuatan merupakan implementasi atau wujud nyata dari sikap. Namun demikian sikap seseorang akan tercermin melalui tindakannya. Dalam kegiatan belajar, sikap siswa dlam proses belajar, terutama sekali ketika memulai kegiatan belajar merupakan bagian penting untuk diperhatikan karena aktifitas belajar siswa selanjutnya banyak di tentukan oleh sikap siswa ketika akan memulai kegiatan belajar.
3.      Motivasi belajar
Merupakan kekuatan yang dapat menjadi tenaga pendorong bagi siswa untuk mendayagunakan potensi – potensi yang ada pada diriya dan potensi di luar dirinya untuk mewujudkan tujuan belajar. Didalam aktivitas belajar sendiri, motivasi individu dimanifestasikan dalam bentuk ketahanan atau ketekunan dalam belajar, kesungguhan dalam menyimak isi pelajaran, kesungguhan dan ketelatenan dalam mengerjakan tugas dan sebagainya.
4.      Konsentrasi belajar
Merupakan salah satu aspek psikologis yang seringkali tidak begitu mudah untuk diketahui orang lain selain diri individu yang sedang belajar. Kesulitan berkonsentrasi merupakan indikator belajar yang dihadapi siswa, karena hal itu akan menjadi kendala dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan.
5.      Mengolah bahan belajar
Dapat diartikan sebagai peroses berfikir seseorang untuk mengolah informasi yang diterima sehingga menjadi bermakna. Dalam proses pembelajaran, makna yang dihasilkan dari proses pengolahan pesan merupakan hasil bentukan siswa sendiri yang bersumber dari apa yang mereka dengar, lihat, rasakan, dan alami. Bila mana dalam proses belajar, siswa mengalami kesulitan didalam mengolah pesan, maka berarti ada kendala pembelajaran yang dihadapi siswa yang membutuhkan bantuan guru.
6.      Menggali hasil belajar
Dalam kegiatan pembelajaran kita sering mendengar bahkan mengalami sendiri dimana kita merasakan kesulitan menggali kembali hasil belajar yang sebelumnya sudah kita temukan atau kita ketahui. Suatu proses mengaktifkan kembali pesan – pesan yang telah tersimpan dinamakan menggali hasil belajar. Kesulitan ini memiliki keterkaitan dengan proses penerimaan, proses pengolahan, proses penyimpanan dan kemampuan cara menggali pesan itu sendiri. Bilamana dalam proses belajar siswa mengalami hambatan atau kesuliatan didalam proses penerimaan pesan, maka siswa tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu yang dipelajari.
7.      Rasa percaya diri
Merupakan suatu kondisi psikologi seseorang yang berpengaruh terhadap aktivitas fisik dan mental dalam proses pembelajaran.Dari dimensi perkembangan,rasa percaya diri dapat tumbuh dengan sehat bilamana ada pengakuan dari lingkungan.
8.      Kebiasaan Belajar
Kebiasaan belajar adalah perilaku  belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relative lama sehingga memberikan cirri dalam aktivitas belajar yang dilakukannya.Ada beberapa bentuk periaku yang menunjukkan kebiasaan tiak baik sering kita jumpai pada sejumlah siswa,seperti:
a)      Belajar tidak teratur
b)      Daya tahan belajar rendah(belajar secara tergesa-gesa)
c)      Belajar bilamana menjelang ulangan atau ujian
d)     Tidak memiliki catatan pelajaran yang lengkap
e)      Tidak terbiasa membuat ringkasan
f)       Tidak memiliki motivasi untuk memperkaya materi pelajaran
g)      Senang menjiplak ekerjaan teman,termasuk kurang percsys diri dalam menyelesaikan tugas
h)      Sering datan terlambat
i)        Melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk
.Mengenal dan Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa
   Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran,guru tidak hanya berkewajiban menyajikan materi pelajaran dan mengevaluasi pekerjaan siswa,akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap pelaksanaan bimbingan belajar.Agar bimbingan belajar dapat terarah dalam upaya membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar ,maka perlu diperhatikan langkah-langkah berikut:

a.Identifikasi
merupakan suatu kegiatan yang diarahkan untuk menentukan kesulitan belajar,dengan melakukan kegiatan berikut:
  1.  Data dokumen hasil belajar siswa.
  2. Menganalisis absensi siswa didalam kelas.
  3. Mengadakan wawancara dengan siswa.
  4. Menyebar angket untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar.
  5. Tes untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar.
b.Diagnosis
Diagnosis merupakan keputasan atau penentuan mengenai hasil dari pengolahan data tentang siswa yang mengalami kesulitan belajar dan jenis kesulitan siswa.Diagnosis dapat berupa sebagai berikut:
1)      Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar siswa.
2)      Keputusan mengenai factor-faktor yang menjadi sumber sebab-sebab kesulitan belajar
3)      Keputusan mengenai jenis mata pelajaran apa yang mengalami kesulitan belajar.
c.Prognosis
Prognosis ini dapat berupa:
  1.  Bentuk treatmen yang harus diberikan.
  2. Bahan atau materi yang diperlukan
  3. Metode yang akan digunakan
  4. Alat bantu belajar mengajar yang diperlukan
  5. Waktu kegiatan dilaksanakan
d.Terapi atau pemberian bantuan
Terapi disini adalah pemberian bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar  sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis. Bentuk terapi yang dapat diberikan antara lain melalui:

  1. 1  Bimbingan belajar kelompok
  2.  Bimbingan belajar individual
  3.   Pengajaran remedial
  4. Pemberian bimbingan pribadi
  5.    Alih tangan kasus
e. Tindak lanjut atau follow up
Tindak lanjut atau follow up adalah usaha untuk mengetahui keberhasilan bantuan yang telah diberikan kepada siswa dan tindak lanjutnya yang didasari hasil evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan dalam upaya pemberian bimbingan.

SIMPULAN
Secara sederhana masalah belajar dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menghambat tercapainya tujuan belajar. Demikian pula dilihat daritahapnya, masalah belajar dapat terjadi pada waktu sebelum belajar, selama prosese belajar dan sesudah belajar.
Dari dimensi siswa, masalah – masalah belajar dapat muncul pada waktu sebelum kegiatan belajar, selama berlangsungknya proses belajar dan sesudah proses belajar. Dari dimensi guru, masalah belajar juga dapat terjadi sebelum kegiatan belajar, selama proses belajar dan pada akhir proses evaluasi hasil belajar.
Secara spesifik masalah yang bersumber dari faktor internal berkaitan dengan; (1) karakteristik siswa, (2) sikap terhadap belajar, (3) motivasi belajar, (4) konsentrasi belajar, (5) kemampuan mengolah bahan belajar, (6) kemampuan menggali hasil belajar, (7) rasa percaya diri, (8) kebiasaan belajar, (9) sedangkan dari faktor eksternal, masalah belajar dipengaruhi oleh; (a) faktor guru, (b) lingkungaan sosial,terutama teman sebaya, (c) kurikulum sekolah, (d) sarana dan prasarana.
Untuk mengatasi masalah belajar,guru perlu mengadakan pendekatan pribadi disamping pendekatan instruksional dalam berbagai bentuk yang memungkinkan guru dapat lebih mengenal dan memahami siswa serta masalah belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Alfabeta
DimyatidanMujiono .(1994). Belajara dan Pembelajaran. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningktan Mutu Tenaga Dikti


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar