PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
PENDAHULUAN
Pada
bagian ini kita akan membahas tujuan belajar dan pembelajaran. Pencapaian
tujuan belajar merupakan muara dari seluruh aktivitas pembelajaran, agar tujuan
belajar dapat berjalan secara optimal maka guru handaknya memperhatiakan
berbagai factor yang dapat mempengaruhi atau menentukan ketercapainya tujuan
belajar.
Salah
satu faktor penting yang harus diperhatikan guru adalah berkenaan dengan
prinsip-prinsip belajar dan asas-asas pembelajaran. Pemahaman dan keterampilan
menerapkan prinsip-prinsip belajar dan asas pembelajaran akan membantu guru
untuk mampu mengolah proses pembelajaran secara tepat sesuai dengan
karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang telah
direncanakan.
Pada
bab ini kita diajak membahas secara mendalam prinsip-prinsip belajar, asas
pembelajaran dengan menitikberatkan pembahasan pada prinsip-prinsip belajar,
implikasi-implikasi belajar dalam pembelajara dan penerapan asas pembelajaran.
1.
Menjelaskan maksud prinsip-prinsip
belajar.
2.
Menjelaskan beberapa prinsip-prinsip
belajar yang esensial.
3.
Mengemukakan beberapa contoh penerapan
prinsip-prinsip belajar.
4.
Menjelaskan implikasi prinsip-prinsip
belajar dalam pembelajaran.
A. Prinsip –prinsip Belajar
Dalam proses
pembelajaran guru dituntut untuk mampu mengembangkan potensi-potensi peserta
didik secara optimal.Oleh karena itu seluruh proses dan tahapan pembelajaran
harus mengarah pada upaya mencapai perkembangan potensi-potensi anak tersebut.
Agar
aktivitas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran terarah maka
pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip yang
benar.kearngka dasar bagi penerapan prinsip-prinsip belajar dalam proses
pembelajaran yaitu:
1. Hal apapun yang dipelajari
murid,maka ia harus mempelajarinya.
2. Setiap murid belajar menurut
tempo(kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur,terdapat variasi
dalam kecepatan belajar.
3. Seorang murid belajar lebih banyak
bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan(reinforcement).
4. Penguasaan secara penuh dari setiap
langkah-langkah pembelajaran memungkinkan murid belajar secara lebih berarti.
5. Apabila murid diberikan tanggung
jawab untuk mempelajari sendiri,maka ia lebih termotivasi untuk belajar ,dan ia
akan belajar dan mengingat lebih baik.
Bagi guru kemampuan dalam hal menerapkan prinsip-prinsip belajar dalam proses pembelajaran
akan membantu terwujudnya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
B. Implikasi Prinsip-prinsip Belajar dalam Pembelajaran
1) Prinsip perhatian dan motivasi
Perhatian dan motivasi merupakan dua
aktivitas yang memiliki keterkaitan yang sangat erat.Motivasi merupakan tenaga
pendorong bagi seseorang agar memiliki energy kekuatan melakukan sesuatu dengan
penuh semangat.Dalam kegiatan belajar,peran guru sangat penting dalam
menumbuhkan motivasi belajar siswa,maka tugas guru adalah meyakinkan para siswa
bahwa hasil belajar yang baik adalah suatu kebutuhan guna mencapai sukses yang
dicita-citakan.Motivasi dapat bersifat internal dan eksternal.Motivasi internal
atau motivasi intrinsic adalah dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan
suatu aktivitas.Motivasi eksternal adalah dorongan yang berasal dari luar diri
individu.
Agar motivasi belajar
siswa dapat tumbuh dengan baik maka guru harus berusaha:
·
Merencanakan atau menyiapkan bahan
ajar yang menarik.
·
Mengkondisikan proses belajar aktif.
·
Menggunakan metode dan teknik
pembelajaran yang menyenangkan
·
Mengupayakan pemenuhan kebutuhan
siswa di dalam belajar.(misalnya kebutuhan untuk dihargai,tidak merasa tertekan
dsb).
·
Meyakinkan siswa bahwa mereka mampu
mencapai suatu prestasi.
·
Mengoreksi sesegera mungkin
pekerjaan siswa dan segera mungkin pula memberitahukan hasilnya kepada siswa.
·
Memberitahukan nilai dari
pelajaranyang sedang dipelajari siswa dan menghubungkan dengan kehidupan
sehari-hari.
2) Prinsip Transfer dan Retensi
Berkenaaan dengan proses transfer
dan retensi terdapat beberpa prinsip yaitu:
a) Tujuan belajar dan daya ingat dapat
menguat retensi.
b) Bahan yang bermakna bagi pelajar
dapat di serap lebih baik.
c) Retensi seseorang dipengaruhi oleh
kondisi psikis dan fisik dimana proses belajar itu terjadi
d) Latihan yang terbagi-bagi
memungkinkan retensi yang lebih baik.
e) Penelahan bahan-bahan
factual,ketermapilan dan konsep dapat meningkatkan retensi.
f)
Proses belajar cenderung terjadi
bila kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang memuaskan.
g) Proses saling mempegaruhi dalam
belajar akan terjadi bila bahan baru yang sama dipelajari mengikuti bahan yang
lalu.
h) Pengetahuan tentang konsep,prinsip
dan generalisasi dapat diserap dan diterpka apabila dihubungkan dengan prinsip
yang dipelajari dengan ilustrasi unsure-unsur yang serupa.
i)
Transfer hasil belajar dalam situasi
yang baru lebih mendapatkan kemudahan.
j)
Tahap akhir proses belajar
seyogyanya memasukkan usha untuk menarik generalisasinya.
3) Prinsip Keaktifan
Keaktifan
anak dalam belajar merupakan persoalan penting dan mendasar yang harus
dipahami,disadari dan dikembangkan oleh setiap guru di dalam proses
pembelajaran.Implikasi prinsip keaktifan atau aktivitas bagi guru di dalam
proses pembelajaran adalah;
a)
Memberi kesempatan .peluang seluas-luasnya
kepada siswa untuk beraktivitas dalam proses belajarnya.
b)
Memberi kesempatan melakukan
pengamatan atau inkuiri dan eksperimen.
c)
Memberikanpujian verbal dan non
verbal terhadap siswa yang member respon atas pertanyaan yang diajukan.
d)
Menggunakan multi metode dan multi
media di dalam pembelajaran
4) Prinsip Keterlibatan Langsung
Keterlibatan langsung siswa dalam
proses pembelajaran memiliki intensitas keatifan yang lebih tinggi.Keterlibatan
langsung siswa member banyak sekali manfaat baik manfaat yang langsung
dirasakan pada saat terjadinya proses pembelajaran tersebut,maupun manfaat
jangka panjang setelah proses pembelajaran terjadi.
a)
Mengaktifkan peran individual atau
kelompok di dalam penyelesaian tugas.
b)
Menggunakan media secara langsung
dan melibatkan siswa di dalam praktek tersebut.
c)
Memberi keleluasaan kepada siswa
untuk melakukan berbagai percobaan.
d)
Memberi tugas-tugas praktik.
5) Prinsip Pengulangan
Teori belajar klasik yang memberikan
dukungan paling kuat terhadap prinsip belajar pengulangan adalah teori
psikologi daya.Di samping teori psikologi daya ,prinsip pengulangan ini
didasari oleh teori psikologi Asosiasi.Mengajar pada hakikatnya adalah
membentuk suatu kebiasaan sehingga melalui pengulangan –pengulangan siswa akan
terbiasa melakukan sesuatu dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.
Implikasi prinsip-prinsip
pengulangan bagi guru adalah:
a)
Memilih pembelajaran yang berisi
pesan yang membutuhkan pengulangan
b)
Merancang kegiatan pengulangan.
c)
Mengembangkan soal-soal latihan.
d)
Mengimplementasikan
kegiatan-kegiatan pengulangan yang bervariasi.
6) Prinsip Tantangan
Dalam kaitan dengan prinsip-prinsip
tantangan ini diharapkan guru secara cermat dapat memilih dan menentukan
pendekatan-pendekatan dan metode pembelajaran yang dapat memberikan tantangan
bagi siswa untuk belajar.Beberapa kegiatan untuk acuan guru menciptakan
tantangan dalam kegiatan:
a)
Merancang dan mengelola kegiatan
inquiry dan eksperimen.
b)
Memberikan tugas-tugas pemecahan
masalah kepada siswa.
c)
Mendorong siswa untuk membuat
kesimpulan pada setiap sesi pemebelajaran.
d)
Mengembangkan bahan-bahan
pembelajaran yang menarik.
e)
Membimbing siswa menemukan fakta,konsep,prinsip
dan generalisasi
f)
Merancang dan mengelola kegiatan
diskusi.
7) Prinsip Balikan dan penguatan
Memberikan penguatan dan balikan
merupakan hal yang kedengarannya mudah dan sederhana ,akan tetapi seringkali
tidak terlalu mudah untuk dilakukan guru. Hambatannya bisadalam berbagai betuk
yang berbeda.
Implikasi prinsip-prinsip
balikan dan penguatan bagi para guru antara lain:
a) Memberikan balikan dan penguatan
secara tepat ,baik teknik,waktu maupun bentuknya
b) Memberikan kepada siswa jawaban yang
benar
c) Mengoreksi dan membahas pekerjaan
siswa
d) Memberikan catatan pada hasil
pekerjaan siswa baik berupa angka maupun komentar-komentar tertentu.
e) Memberikan lembar jawaban
f)
Mengumumkan peringkat secara terbuka
g) Memberikan penghargaan
8) Prinsip Perbedaan Individual
Sebelum guru menentukan strategi
pembelajaran .metode dan teknik-teknik evaluasi yang akan dipergunakan,maka
guru terlebih dahulu dituntut untuk memahami karakteristik siswa dengan
baik.Pengenalan terhadap siswa dalam interaksi belajar mengajar merupakan
factor yang sangat mendasar dan penting untuk dilakukan oleh setiap guru dalam
proses pembelajaran.Hal in dilakukan untuk mengetahui kepentingan
siswa,mnat-minat siswa ,kemampuan serta berbagai karakteristik lain yang
terdapat dlam diri siswa yang akhirnya dapat mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan.
Implikasi penerapan prinsip-prinsip
perbedaan individual yang perlu diperhatikan oleh guru:
a)
Para siswa harus dapat dibantu untuk
memahami kekuatan dan kelemahan dirinya
b)
Para siswa harus terus didorong
untuk mampu memahami potensi dirinya
c)
Peserta didik membutuhkan variasi
layanan,tugas,bahan dan metode yang selaras dengan minat,tujuan dan latar
belakang.
d)
Para siswa haru dapatdibantu untuk
memahami kekuatan dan kelemahan dirinya
e)
Kesempatan-kesempatan yang tersedia
untuk belajar dapat lebih diperkuat bilamana peserta didik tidak merasa
terancam dalam kegiatan belajar.
f)
Para siswa yang telah memahami
kekuatan dirinya akan lebih cenderung memiliki dorongan dan minat untuk belajar
secara lebih sungguh-sungguh
SIMPULAN
Prinsip belajar dapat diartikan
sebagai pandanagan-pandangan mendasar dan dianggap penting yang dijadikan
sebagi pegangan di dalam melaksanakan kegiatan belajar.Beberapa prinsip belajar
yang dapat pegangan guru di dalam pelaksanaan beljar di dalam kelas
Tetapi beberapa prinsip di atas juga
terdapat prinsip-prinsip khususnya prinsip belajar pada masing-masing ranah pembelajaran
ada 3,yaitu: Prinsip belajar kognitif, Prinsip belajar afektif, dan Prinsip belajat psikomotorik
DAFTAR
PUSTAKA
Aunurrahman. 2012. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Alfabeta
DimyatidanMujiono .(1994). Belajara dan
Pembelajaran. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningktan Mutu Tenaga Dikti
Suyono
and Hariyanto, 2011, Belajar
dan Pembelajaran, Teori dan Konsep Dasar, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar