Selasa, 11 Februari 2014





HAKIKAT DAN CIRI-CIRI BELAJAR


PENDAHULUAN
       Kita mungkin tidak merasa asing dengan istilah belajar,karena istilah ini tidak terbatas penggunaannya dalam kegiatan formal pendidikan di sekolah ,akan tetapi juga dipergunakan untuk menyatakan aktivitas keseharian yang berkenaan dengan upaya mendapatkan informasi,pengetahuan,atau keterampilan baru yang belum diketahui atau untuk memperluas pengetahuan tentang sesuatu yang dimilikinya.
Istilah belajar mungkin tidak asing di telinga kita karean istilah ini tidak terbatas penggunaannya dalam kegiatan kita sehari-hari yang berkenaan dengan upaya untuk memperoleh informasi, pengetahuan atau keterampilan baru yang sebelumnya belum diketahui sehingga kita mengetahuinya. Istilah ini tidak asing bagi kita,  akan tetapidipandang perlu mengkaji kembali secara lebih mendalam agar kita semua mengetahui hakikat belajar, sekaligus membenarkan apakah kegiatan-kegiatan yang selama in kita sebut belajar, apa sudah sesuai dengan hakikat belajar sesungguhnya, terutama mengacu pasa paradigm pembelajaran yang telah kita bahas di bab sebelumnya. Oleh sebab itu pada bab ini kita akan mengulas hakikat dan cirri-ciri belajar, dimulai dari pengertian belajar, dan implikasinya.
Terkaiat dalam pembahasan ini, kita akan membahas;

A.   Pengertian Belajar
      Dalam aktivitas kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah dapat terlepas dari kegiatan belajar,baik ketika melakukan aktivitas sendiri ataupun bersama kelompok.Dipahami ataupun tidak dipahami ,sebenarnya aktivitas yang kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari merupakan aktivitas belajar.Dengan demikian  tidak ada ruang dan waktu di mana manusia dapat melepas diri dari kegiatan belajar dan belajar tidak ada batasan usia,tempat dan waktu,karena perubahan terjadinya aktivitas belajar itu juga tidak pernah berhenti.
     Belajar merupakan kegiatan penting bagi manusia.survey memperlihatkan bahwa 82% anak-anak yang sekolah pada usia 5 ataun 6  tahun memilki citra diri yang positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri.Tetapi,angka menjadi turun menjadin 18% saat berusia 16 tahun.Konsekuesinya 4 dan 5 remaja dan dewasa (Nichol,2002:37)
        Ada beberapa terminology yang terkait dengan belajar yang seringkali menimbulkan keraguan dalam penggunaanya terutama di kalangan siswa atau mahasiswa, yakni terminology tentang belajar,pembelajaran dan belajar.Mengajar dapat diartikan sebagai suatu keadaan atau suatu aktivitas untuk menciptakan suatu situasi yang mampu mendorong siswa untuk belajar.Situasi pembelajaran tidak harus berupa transformasi dari guru kepada siswa tetapi bisa dilakukan denganmedia lain yang sudah disiapkan.Istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering dipahami sama dengan proses belajar mengajar di mana didalamnya terjadi guru dan siswa dan antara sesama siswa             
        Pembelajaran berupaya mengubah masukan siswa belum terdidik menjadi terdidik siswa yang belum mengetahui tentang pengetahuan menjadi siswa yang memiliki pengetahuan.Demikina bagi siswa yang belum memiliki sikap atau kepribadian yang baik atau posistif menjadi pribadi yang baik.
Dari berbagai pengertian mengenai belajar tersebut kita menemukan beberapa cirri umum kegiatan belajar sebagai berikut;
Pertama, belajar menunjukkan suatu aktivitas pada diri seseorang yang disadari atau disengaja. Disini berartii bahwa belajar merupakan kegiatan yang disengaja atau direncanakan seseorang dalam suatu aktivitas tertentu.
Kedua, belajar merupakan interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan dalam hal ini dapat berupa manusia atau objek-objek lain yang ada disekitar kita yang dapat atau telah mendukung proses belajar berupa pengalaman atau pengetahuan baru serta mengembangkan pengetahuan yang kita peroleh sebelumnya,
Ketiga, hasil belajar ditandai dengan peruba. perubahan  tingkah laku. Aktivitas belajar umumnya disertai dengan perubahan tingkah laku.
Berikut ini adalah beberapa kelompok teori yang memberikan pandangan khusus tentang belajar, diantaranya Behaviorisme, Kognitivisme, Teori belajar psyko sosial dan Teori belajar Gagne.
1.      Behaviorisme
Para teori ini meyakini bahwa teori sangat dipengaruhi oleh kejadian –kejadian lingkungannya yang memberikan pengalaman-pengalaman tertentu kepadanya.Behaviorisme menekankan pada apa yang dilihat(tingkah laku) dan kurang memperhatikan apa yang ada di dalam pikiran karena tidak terlihat.Mengajar sedemikian dilakukan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah.
2.      Kognitivisme
Menurut teori belajar tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi atau pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan-tujuannya.Teori ini menekankan bahwa bagian-bagian satu situasi saling berhubungan denagn konteks seluruh situasi tersebut.
Karena teori ini lebih menekankan pada kebermaknaan seluruh sesuatu dari pada bagian-bagian, maka belajar dipandang sebagai proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan factor-faktor lain. Proses belajar disini mencakup antara lain pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikanya dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran seseorangberdasarkan pengalaman sebelumnya.


c.       Psikologi Sosial
pandangan Psiko Sosial secara mendasar mengungkapkan bahwa belajar pada hakikatnya merupakan suatu prose salami. Setiap oaring memiliki kebutuhan dan tujuan yang menjadi motivasi penting dalam proses belajar. Belajar akan lebih lancer jika materi yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan pribadi orang yang belajar, serta diberi kesempatan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya.
Menurut teori belajar psiko sosial proses belajar jarang sekali merupakan proses yang terjadi dalam keadaan menyendiri, akan tetapi melalui interaksi-interaksi.
Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrolinstrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi.
d.      Teori Belajar Gagne
Gagne mengkategorikan taksonomi hasil belajar dalam lima komponen, yaitu: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan motorik. Ia mengatakan, hal tersebut dikarenakan atas asumsi bahwa hasil belajar yang berbeda tersebut memerlukan kondisi belajar yang berbeda pula.Artinya, untuk membangun strategi kognitif siswa memerlukan kondisi berbeda dengan ketika kita ingin membangun sikap atau keterampilan motorik. Hal kedua dari teorinya Gagne adalah kondisi belajar khusus (specifik learning condition). Ia menekankan bahwa sangatlah penting untuk mengkategorisasikan tujuan pembelajaran sesuai dengan tipe hasil belajar, alias taksonomi seperti dijelaskan di atas. Dengan cara seperti ini guru/tutor/dosen dapat merancang pembelajarannya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Ia juga menekankan bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, harus sangat-sangat memperhatikan kondisi khusus (critical condition) yang harus disiapkan untuk mencapai itu.


B.     Ciri-ciri dan Tujuan Belajar
Sebagaimana telah kitabahas sebelumnya belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan tingkah laku yaitu relative tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman .Dfinisi ini mencakup tiga unsure yaitu:(1) belajaradalah perubahan tingkah laku 2) perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena latihan atau pengalaman,3) perubahan tingkah laku tersebut relative permanen atau tetap ada untuk waktu yang cukup lama.

C.     Tujuan Belajar
Paling tidak adaempat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. Pertama, agar  ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. Kedua,  agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. Ketiga, agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar.Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkahlaku pada dirinya.

SIMPULAN
Ada berbagai pandangan atau teori belajar yang sangat berpengaruh terhadap berkembangnya pandangan dan konsep tentang belajar diantaranya: behaviorisme, kognitivisme, teori psikologi Sosial, dan teori belajar Gagne. Meskipun terdapat penekanan yang berbeda, namun kesamaannya terutama adalah bahwa belajar merupakan proses internal yang kompleks, yang melibatken seluruh mental pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

DAFTAR PUSTAKA
                   Sukmadinata, Nana Syaodih, 2004, Landasan Psikologi : Proses Pendidikan, Bandung : Pt. Remaja Rosdakarya
                   Suyono and Hariyanto, 2011, Belajar dan Pembelajaran, Teori dan Konsep Dasar, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Aunurrahman, 2012, Belajar dan Pembelajaran, Bandung : Alfabeta,CV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar