HAKIKAT
DAN CIRI-CIRI BELAJAR
PENDAHULUAN
Kita mungkin tidak merasa asing dengan
istilah belajar,karena istilah ini tidak terbatas penggunaannya dalam kegiatan
formal pendidikan di sekolah ,akan tetapi juga dipergunakan untuk menyatakan
aktivitas keseharian yang berkenaan dengan upaya mendapatkan informasi,pengetahuan,atau
keterampilan baru yang belum diketahui atau untuk memperluas pengetahuan
tentang sesuatu yang dimilikinya.
Istilah
belajar mungkin tidak asing di telinga kita karean istilah ini tidak terbatas
penggunaannya dalam kegiatan kita sehari-hari yang berkenaan dengan upaya untuk
memperoleh informasi, pengetahuan atau keterampilan baru yang sebelumnya belum
diketahui sehingga kita mengetahuinya. Istilah ini tidak asing bagi kita, akan tetapidipandang perlu mengkaji kembali
secara lebih mendalam agar kita semua mengetahui hakikat belajar, sekaligus
membenarkan apakah kegiatan-kegiatan yang selama in kita sebut belajar, apa
sudah sesuai dengan hakikat belajar sesungguhnya, terutama mengacu pasa
paradigm pembelajaran yang telah kita bahas di bab sebelumnya. Oleh sebab itu
pada bab ini kita akan mengulas hakikat dan cirri-ciri belajar, dimulai dari
pengertian belajar, dan implikasinya.
Terkaiat
dalam pembahasan ini, kita akan membahas;
A.
Pengertian
Belajar
Dalam
aktivitas kehidupan manusia sehari-hari hampir tidak pernah dapat terlepas dari
kegiatan belajar,baik ketika melakukan aktivitas sendiri ataupun bersama
kelompok.Dipahami ataupun tidak dipahami ,sebenarnya aktivitas yang kita
lakukan di dalam kehidupan sehari-hari merupakan aktivitas belajar.Dengan
demikian tidak ada ruang dan waktu di
mana manusia dapat melepas diri dari kegiatan belajar dan belajar tidak ada
batasan usia,tempat dan waktu,karena perubahan terjadinya aktivitas belajar itu
juga tidak pernah berhenti.
Belajar merupakan kegiatan penting bagi
manusia.survey memperlihatkan bahwa 82% anak-anak yang sekolah pada usia 5
ataun 6 tahun memilki citra diri yang
positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri.Tetapi,angka menjadi turun
menjadin 18% saat berusia 16 tahun.Konsekuesinya 4 dan 5 remaja dan dewasa
(Nichol,2002:37)
Ada
beberapa terminology yang terkait dengan belajar yang seringkali menimbulkan
keraguan dalam penggunaanya terutama di kalangan siswa atau mahasiswa, yakni
terminology tentang belajar,pembelajaran dan belajar.Mengajar dapat diartikan
sebagai suatu keadaan atau suatu aktivitas untuk menciptakan suatu situasi yang
mampu mendorong siswa untuk belajar.Situasi pembelajaran tidak harus berupa
transformasi dari guru kepada siswa tetapi bisa dilakukan denganmedia lain yang
sudah disiapkan.Istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering dipahami
sama dengan proses belajar mengajar di mana didalamnya terjadi guru dan siswa
dan antara sesama siswa
Pembelajaran berupaya mengubah masukan siswa
belum terdidik menjadi terdidik siswa yang belum mengetahui tentang pengetahuan
menjadi siswa yang memiliki pengetahuan.Demikina bagi siswa yang belum memiliki
sikap atau kepribadian yang baik atau posistif menjadi pribadi yang baik.
Dari
berbagai pengertian mengenai belajar tersebut kita menemukan beberapa cirri
umum kegiatan belajar sebagai berikut;
Pertama,
belajar menunjukkan suatu aktivitas pada diri seseorang yang disadari atau
disengaja. Disini berartii bahwa belajar merupakan kegiatan yang disengaja atau
direncanakan seseorang dalam suatu aktivitas tertentu.
Kedua,
belajar merupakan interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan
dalam hal ini dapat berupa manusia atau objek-objek lain yang ada disekitar
kita yang dapat atau telah mendukung proses belajar berupa pengalaman atau
pengetahuan baru serta mengembangkan pengetahuan yang kita peroleh sebelumnya,
Ketiga,
hasil belajar ditandai dengan peruba. perubahan
tingkah laku. Aktivitas belajar umumnya disertai dengan perubahan
tingkah laku.
Berikut
ini adalah beberapa kelompok teori yang memberikan pandangan khusus tentang
belajar, diantaranya Behaviorisme, Kognitivisme, Teori belajar psyko sosial dan
Teori belajar Gagne.
1. Behaviorisme
Para teori ini meyakini bahwa teori
sangat dipengaruhi oleh kejadian –kejadian lingkungannya yang memberikan
pengalaman-pengalaman tertentu kepadanya.Behaviorisme menekankan pada apa yang
dilihat(tingkah laku) dan kurang memperhatikan apa yang ada di dalam pikiran
karena tidak terlihat.Mengajar sedemikian dilakukan dengan kondisioning,
pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan
belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi,
sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah.
2. Kognitivisme
Menurut teori belajar tingkah laku seseorang
ditentukan oleh persepsi atau pemahamannya tentang situasi yang berhubungan
dengan tujuan-tujuannya.Teori ini menekankan bahwa bagian-bagian satu situasi
saling berhubungan denagn konteks seluruh situasi tersebut.
Karena
teori ini lebih menekankan pada kebermaknaan seluruh sesuatu dari pada
bagian-bagian, maka belajar dipandang sebagai proses internal yang mencakup
ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan factor-faktor lain. Proses
belajar disini mencakup antara lain pengaturan stimulus yang diterima dan
menyesuaikanya dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran
seseorangberdasarkan pengalaman sebelumnya.
c.
Psikologi Sosial
pandangan
Psiko Sosial secara mendasar mengungkapkan bahwa belajar pada hakikatnya
merupakan suatu prose salami. Setiap oaring memiliki kebutuhan dan tujuan yang
menjadi motivasi penting dalam proses belajar. Belajar akan lebih lancer jika
materi yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan pribadi orang yang belajar,
serta diberi kesempatan bertanggung jawab atas apa yang dipelajarinya.
Menurut
teori belajar psiko sosial proses belajar jarang sekali merupakan proses yang
terjadi dalam keadaan menyendiri, akan tetapi melalui interaksi-interaksi.
Pandangan
ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik.
Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi
dengan kontrolinstrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu,
metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi.
d.
Teori Belajar Gagne
Gagne
mengkategorikan taksonomi hasil belajar dalam lima komponen, yaitu: informasi
verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan
motorik. Ia mengatakan, hal tersebut dikarenakan atas asumsi bahwa hasil
belajar yang berbeda tersebut memerlukan kondisi belajar yang berbeda
pula.Artinya, untuk membangun strategi kognitif siswa memerlukan kondisi
berbeda dengan ketika kita ingin membangun sikap atau keterampilan motorik. Hal
kedua dari teorinya Gagne adalah kondisi belajar khusus (specifik learning
condition). Ia menekankan bahwa sangatlah penting untuk mengkategorisasikan
tujuan pembelajaran sesuai dengan tipe hasil belajar, alias taksonomi seperti
dijelaskan di atas. Dengan cara seperti ini guru/tutor/dosen dapat merancang
pembelajarannya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Ia juga
menekankan bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, harus
sangat-sangat memperhatikan kondisi khusus (critical condition) yang harus
disiapkan untuk mencapai itu.
B.
Ciri-ciri
dan Tujuan Belajar
Sebagaimana telah kitabahas sebelumnya
belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan tingkah laku yaitu
relative tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman .Dfinisi ini
mencakup tiga unsure yaitu:(1) belajaradalah perubahan tingkah laku 2)
perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena latihan atau pengalaman,3)
perubahan tingkah laku tersebut relative permanen atau tetap ada untuk waktu
yang cukup lama.
C.
Tujuan
Belajar
Paling
tidak adaempat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh
pembelajar. Pertama, agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas
belajar. Kedua, agar ia dapat menilai seberapa
target belajar telah ia capai atau belum. Ketiga, agar waktu dan tenaganya
tidak tersita untuk kegiatan selain belajar.Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku.
Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan
tingkahlaku pada dirinya.
Ada berbagai pandangan atau teori
belajar yang sangat berpengaruh terhadap berkembangnya pandangan dan konsep
tentang belajar diantaranya: behaviorisme, kognitivisme, teori psikologi
Sosial, dan teori belajar Gagne. Meskipun terdapat penekanan yang berbeda,
namun kesamaannya terutama adalah bahwa belajar merupakan proses internal yang
kompleks, yang melibatken seluruh mental pada ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
DAFTAR
PUSTAKA
Sukmadinata, Nana
Syaodih, 2004, Landasan Psikologi : Proses Pendidikan, Bandung : Pt.
Remaja Rosdakarya
Suyono
and Hariyanto, 2011, Belajar
dan Pembelajaran, Teori dan Konsep Dasar, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
Aunurrahman, 2012, Belajar dan Pembelajaran, Bandung
: Alfabeta,CV
Tidak ada komentar:
Posting Komentar