Selasa, 11 Februari 2014



KECERDASAN EMOSIONAL
SEBAGAI HASIL BELAJAR

PENDAHULUAN
    Dalam perkembangan ini semakin banyak tulisan bahwa pentingnya kecerdasan emosional dalam mewujudkan keberhasilan atau sukses seseorang.Dahulu banyak orang yang memandang kecerdasan emosional(IQ) sangat penting untuk menentukan keberhasilan seseorang semakin tetapi, sekarang bergeser pada pandangan yang melihat bahwa bukan hanya kecerdasan emosional(IQ)melainkan kecerdasan lain juga tidak kalah penting unutk menentukan keberhasilan seseorang.
      Dengan mengkaji kecerdasan emosional ,diharapkan memiliki pemahaman tentang proses pembelajaran,dan untuk terwujudnya hasil belajar diharapkan.Pembelajaran sekarang tidak lagi berupa pengetahuan pelajaran atau materi yang diberikan kepada siswa.Pembelajaran memiliki arti luas,harus menjadi tempat untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi siswa untuk menuju perubahan yang lebih baik.Diharapkan guru bisa mengembangkan dimensi-dimensi emosional pada siswa agar mampu menghadapi persoalan,bersemangat,ulet,tekun,bertanggung jawab dan mampu menjalin komunikasi sehat antara indivu dan kelompok.
 

  •    Pengertian Kecerdasan Emosional

    Menurut Daniel Goleman kcerdasan emosional pertama,kecerdasan emosi tidak hanya “bersikap ramah”melainkan bersikap tegas dalam mengungkapkan kebenaran yang selama ini dihindari.Kedua,kecerdasan emosional bukan berarti memberikan kebebasan perasaan untuk berkuasa melainkan mengelola perasaan sedemikian rupa sehingga terekspresikan secara tepat dan efektif ,yang memungkinkan bisa bekerjasama dengan baik dan lancer,Tingkat kecerdasaan emosional tidak terikat dengan factor genetis ,tidak juga berkembang pada masa anak-anak.
    Salovey dan Meyer mula-mula mendefinisikan kecerdasaan emosional sebagai “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan dan emosi pada diri sendiri atau orang lain.Pendapat keduanya member isyarat bahwa keterampilan EQ bukanlah lawan dari ketermapilan IQ namun keduanya berinteraksi secara dinamis baik pada tingkatan konseptual maupun empiric.Dengan kecerdasan emosional adalah hasil dari aktivitas individu dalam melatih fungsi-fungsi emosional diri sendiri  atau orang lain sehingga merupakan hasil belajar


  •  Ciri-ciri Kecerdasa Emosional

Pada tahun terakhir ini para ahli sepakat dengan Gardner bahwa konsep-konsep lama tentang IQ hanya berkisar di kecakapan linguitik dan matematika.Bahkan kini terbukti bahwa kecerdasan emosi memiliki peran jauh lebih signifikan disbanding kecerdasan intelektual(IQ) ,Seseorang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi,terpuruk di tengah-tengah persaingan.Sebaliknya seseorang yang memiliki kecerdasan intelektual biasa-biasa saja ,justru sukses di dalam usahanya ,menjadi bintang-bintang kinerja dan pemimpin di berbagai kelompok.Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa kecerdasan antar pribadi yang lebih menekankan pada pemahaman tentang perasaan,dan mengakui betapa pentingnya kemampuan emosional dan kemampuan komunikasi dalam hiruk pikuk kehidupan. Beberapa cirri-ciri kecerdasaan emosional yang terdapat pada diri seseorang berupa:
a)      Kemampuan memotivasi diri sendiri merupakan kemampuan internal pada diri seseorang berupa kekuatan menjadi suatu energy yang mendorong seseorang untuk mampu menggerakkan potensi-potensi fisik dan psikologi atau mental dalam melakukan aktivitas tertentu sehingga mampu mencapai keberhasilan yang diharapkan.
b)      Kemampuan mengahadapi masalah merupakan kemampuan untuk mendorong anak memiliki daya tahan yang lebih tinggi bilamana suatu saat ia dihadapkan pada persoalan-persoalan yang lebih kompleks dan rumit yang mungkin bisa mengakibatkan dirinya menjadi frustasi.
c)      Kemampuan mengadakan hubungan antar pribadi .Kemampuan ini perlu ditumbuh kembangkan pada setiap anak dalam hal keterampilan sosial suapay mereka secara dini bisa diterima dan tidak dikucilkan oleh orang lain dan memilki kepekaan sosial yang tinggi terhadap orang lain.
d)      Kemampuan menjaga suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berfikir,berempati,dan berdo’a .Kemapuan ini terkait dengan kemapuan mengatasi masalah,karena seseorang yang telah mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi yang lebih dewasa dalam menghadapi persoalan-persoalan yang lebih berat.


  •  Emosi dan Kegunaaanya

Kecerdasan emosi merupakan bagian dari aspek kejiwaan seseorang yang paling mendalam,dan merupakan suatu kekuatan,karena dengan adanya emosi itu manusia dapat menunjukkan keberadaanya dalam masalah-masalah manusiawi.Karena emosi merupakan suatu kekuatan yang dapat mengalahkan nalar,maka harus ada upaya untuk mengendalikan,mengatasi,dan mendisiplinkan kehidupan emosioanal,dengan memberlakukan aturan-aturan guna mengurangi ekses-ekses gejolak emosi yang tidak bisa dikendalikan sering kali mengalahkan nalar.Keseimbangan antara akal dan emosi menyesuaikan kepala dan hati,dan bilamana keseimbangan ini goyah akan terjadi perseteruan nalar dan perasaan.Dalam hal ini bagaimana seseorang bisa memahami penggunaan emosi secara cerdas sehinga dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan lebih baik dalam suatu keseimbangan.

  •   Kecakapan –kecakapan Emosional

Kecakapan-kecakapan emosional perlu dikembangkan karena kekurangan baru berupa buta emosi memberikan kecemasan terbesar.Tanda-tanda kekurangan perhatian terhadap aspek terlihat dari banyaknya peristiwa-peristiwa kekerasan di kalangan siswa,meningkatnya kekacauan masa remaja dan beberapa ekses prilaku negative lainnya.Penyebab paling lazim darin berbagai peristiwa  adalah terutama pada anak-anak adalah penyakit mental,utamanya berupa gejala-gejala depresi.Tinjauan baru terhadap penyebab depresi pada kaum muda menunjukkan dengan jelas adanya cacat dalam dua bidang ketrampilan emosional yaitu keterampilan membina hubungan dan cara menafsirkan kegagalan hidup secara pesimistik tampaknya memperbesar rasa tak berdaya dan putus asa. Beberapa pendapat menunjukkan cara menurunkan depresi pada anak dapat dilakukan dengan mengajarkan cara melihat dan memahami kesulitan itu sendiri,melatih untuk terampil menjalin persahabatan,bergaul lebih baik dengan orang tua,dan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diminati.


  •   Penerapan Kecerdasan Emosional

Dalam Proses pembelajaran,penerapan kecerdasan emosional dapat dilakukan secara luas dalam berbagai sesi,aktivitas dan bentuk-bentuk spesifik pembelajaran.Pemahaman guru terhadap cara penerapan kecerdasan emosional merupakan bagian penting dalam rangka membantu mewujudkan potensi-potensi anak secara optimal. Berikut upaya mengembangakn kecerdasan emosional.
1)      Mengembangkan Empati dan Kepedulian
Beberapa cara yang diperlu dilatih kepada anak untuk mengembangkan sikap empati dan kepedulian
a)      Memeperketat tuntutan pada anak mengenai sikap peduli dan tanggung jawab
b)      Mengajarkan dan melatih anak mempraktekan perbuatan-perbuatan baik
c)      Melibatkan anak di dalam kegiatan-kegiatan layanan masyarakat
2)      Mengajarkan Kejujuran dan Integritas
Beberapa hal penting yang dapat dilakukan guru atau orang tua dalam emnumbuhkan kejujuran anak,antara lain:
a)      Usahakan agar pentingnya kejujuran terus menjadi topic perbincangan dalam rumah tangga,kelas,dan sekolah.
b)      Membangun kepercayaan anak dapat dilakukan baik dengan menyampaikan cerita-cerita yang bertemakan saling kepercayaan atau melalui berbagai bentuk permainan.
c)      Menghormati privasi anak berarti memberikan ruang yang berarti bagi tumbuhnya rasa percaya pada anak dan penghargaan pada anak.
3)      Mengajarkan Memecahkan Masalah
Hal yang sangat penting yang harus diketahui para pendidik adalah kemapuan memecahkan masalah merupakan bagian yang menyatu dengan proses pertumbuhan.Pertumbuhan intelektual dan emosionalanak didorong oleh proses pemecahan masalah.Lngkah-langkah pemecahan masalah sangat tepat diterapkan,yaitu:
a)      Mengidentifikasi masalah
b)      Memikirkan alternative pemecahan
c)      Membandingkan alternative-alternatif pemecahan yang mungkin akan dipilih
d)     Menetukan pemecahan yang terbaik
SIMPULAN
Hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh anak adalah terjadinya perubahan perilaku holistic.Keberhasilan belajar ternyata lebih ditentukan oleh factor-faktor emosi,antara lain:daya tahan,keuletan,ketelitian,disiplin,rasa tanggung jawab,kemampuan menjalin kerjasama,motivasi yang tinggi serta beberapa dimensi emosional lainnya.Sebagian besar ahli yang mengkaji aspek-aspek emosi menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional merupakan hasil dari proses belajar.meskipun beberapa diantaranya ada yang berpendapat bahwa hal itu dipengaruhi oleh factor bawaan.Penerapan kecerdasan emosioanl dapat dilakukan secara luas dalam berbagai sesi,aktivitas,dan bentuk-bentuk spesifik pembelajaran.Karena itu begitu pentingnya guru mengkaji aspek-aspek berkaitan dengan emosi bagaimana melatih dimensi-dimensi emosi melalui proses pembelajaran sehingga diharapkan bisa meningkatkan potensi-potensi anak secara optimal.


DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Alfabeta
DimyatidanMujiono .(1994). Belajara dan Pembelajaran. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningktan Mutu Tenaga Dikti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar